Pemerintah berencana menaikkan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) pada 2027 setelah nilainya tidak berubah selama hampir satu dekade. Besaran kenaikan masih dalam tahap finalisasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah mengevaluasi batas PTKP saat ini sebesar Rp 54 juta per tahun dengan mempertimbangkan inflasi dan upah minimum.
"Evaluasi mengenai peningkatan batas PTKP yang sekarang Rp 54 juta. Tentu mempertimbangkan inflasi dan upah minimun," ujar Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (22/10/2026).
Pemerintah belum menetapkan besaran PTKP yang akan berlaku pada tahun depan. Berdasarkan paparan Airlangga, prosesnya masih mencakup finalisasi besaran dan penyusunan dasar hukum berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
Pemerintah juga berencana berkonsultasi dengan DPR mengenai besaran PTKP pada 2027.
PTKP untuk wajib pajak orang pribadi terakhir kali naik pada 2016, dari Rp 36 juta menjadi Rp 54 juta per tahun. Sejak saat itu, batas penghasilan yang tidak dikenai pajak tersebut tidak berubah, meskipun inflasi dan biaya hidup terus meningkat.
Sebagai informasi, PTKP untuk wajib pajak orang pribadi pertama kali ditetapkan pada 1984 sebesar Rp 960.000 per tahun. Nilainya kemudian meningkat secara bertahap mengikuti perkembangan ekonomi dan inflasi.
Pada 1995, PTKP naik menjadi Rp 1,728 juta per tahun. Penyesuaian berikutnya terjadi pada 2001, menjadi Rp 2,88 juta.
Kenaikan lebih besar terjadi pada 2005, ketika PTKP melonjak menjadi Rp 12 juta per tahun. Setahun kemudian, nilainya kembali naik menjadi Rp 13,2 juta.
Pada 2009, pemerintah menaikkan PTKP menjadi Rp 15,84 juta per tahun. Nilainya kemudian meningkat menjadi Rp 24,3 juta pada 2013 dan Rp 36 juta pada 2015.
Penyesuaian terakhir berlangsung pada 2016, ketika PTKP naik menjadi Rp 54 juta per tahun. Sejak itu, nilainya bertahan hingga pemerintah kembali mengevaluasi kemungkinan kenaikan untuk 2027.
Sumber: kompas.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah mengevaluasi batas PTKP saat ini sebesar Rp 54 juta per tahun dengan mempertimbangkan inflasi dan upah minimum.
"Evaluasi mengenai peningkatan batas PTKP yang sekarang Rp 54 juta. Tentu mempertimbangkan inflasi dan upah minimun," ujar Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (22/10/2026).
Pemerintah belum menetapkan besaran PTKP yang akan berlaku pada tahun depan. Berdasarkan paparan Airlangga, prosesnya masih mencakup finalisasi besaran dan penyusunan dasar hukum berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
Pemerintah juga berencana berkonsultasi dengan DPR mengenai besaran PTKP pada 2027.
PTKP untuk wajib pajak orang pribadi terakhir kali naik pada 2016, dari Rp 36 juta menjadi Rp 54 juta per tahun. Sejak saat itu, batas penghasilan yang tidak dikenai pajak tersebut tidak berubah, meskipun inflasi dan biaya hidup terus meningkat.
Sebagai informasi, PTKP untuk wajib pajak orang pribadi pertama kali ditetapkan pada 1984 sebesar Rp 960.000 per tahun. Nilainya kemudian meningkat secara bertahap mengikuti perkembangan ekonomi dan inflasi.
Pada 1995, PTKP naik menjadi Rp 1,728 juta per tahun. Penyesuaian berikutnya terjadi pada 2001, menjadi Rp 2,88 juta.
Kenaikan lebih besar terjadi pada 2005, ketika PTKP melonjak menjadi Rp 12 juta per tahun. Setahun kemudian, nilainya kembali naik menjadi Rp 13,2 juta.
Pada 2009, pemerintah menaikkan PTKP menjadi Rp 15,84 juta per tahun. Nilainya kemudian meningkat menjadi Rp 24,3 juta pada 2013 dan Rp 36 juta pada 2015.
Penyesuaian terakhir berlangsung pada 2016, ketika PTKP naik menjadi Rp 54 juta per tahun. Sejak itu, nilainya bertahan hingga pemerintah kembali mengevaluasi kemungkinan kenaikan untuk 2027.
Sumber: kompas.com



