Wednesday, September 14, 2011

Hingga Agustus, Penerimaan Pajak Sudah 62% dari target

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen) masih terus berusaha melampui target penerimaan pajak tahun 2011. Hingga bulan Agustus kemarin, Ditjen Pajak sudah berhasil mengumpulkan 62% dari target penerimaan pajak tahun ini.
Jika mengacu target pajak pada APBN-P 2011 sebanyak Rp 878,7 triliun, hingga Agustus Ditjen Pajak sudah berhasil mencapai Rp 544,79 triliun. Pajak ini terdiri dari pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional.

Maka dalam sisa empat bulan terakhir, pemerintah masih harus menggenjot penerimaan pajak sebesar Rp 333,91 triliun. Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany tetap optimis bisa mencapai target yang sudah dipatok itu.

Alasannya, selain penerimaan pajak rutin, akhir September ini Dirjen Pajak juga akan melaksanakan sensus pajak. Ia berharap, nantinya akan ada potensi wajib pajak baru yang mulai terjaring dan membayar pajak. "Bisa masuk realisasi tahun 2011 langsung," ujar Fuad yakin.
Catatan saja, APBN-P 2011 mencatat target penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp 432 triliun, naik dari realisasi penerimaan tahun 2010 yang mencapai Rp 357 triliun.

Untuk pajak perdagangan internasional, tahun ini, pemerintah mematok target sebesar Rp 46,9 triliun. Target ini melesat dari realisasi tahun 2010 lalu yang hanya sebesar Rp 28,9 triliun. Peningkatan ini karena adanya ekspektasi kenaikan harga komoditas internasional.
Melihat realisasi penerimaan pajak hingga Agustus ini, pengamat Pajak Universitas Indonesia Gunadi menyatakan optimis pemerintah bisa mencapai target tersebut.

Gunadi menambahkan, empat bulan terakhir tahun ini penerimaan pajak akan lebih banyak disokong oleh penerimaan pajak domestik alias pajak dalam negeri. Alasannya "Banyak proyek pemerintah yang mulai jalan, sehingga banyak kegiatan pembayaran pajak juga," katanya. Ditambah lagi, banyak pajak badan yang juga menyerahkan pajaknya pada akhir tahun ini. Sedangkan untuk penerimaan pajak yang berasal dari perdagangan internasional, Gunadi memperkirakan tidak akan sekencang pada bulan-bulan lalu. Sebab, masa puncak permintaan komoditas seperti Crude Palm Oil (CPO) dan komoditas lain sudah lewat. Kondisi ini membuat harga-harga komoditas akan mulai melandai.
Sehingga, penerimaan pajak ekspor seperti bea keluar untuk komoditas internasional ini sudah tak sebesar bulan-bulan sebelumnya.

Namun, Gunadi menyatakan untuk sensus pajak yang dilakukan pada tahun ini belum terasa dampaknya pada penerimaan sampai akhir tahun nanti.

Sumber: Harian Kontan, 12 September 2011

No comments:

Post a Comment