Friday, August 19, 2011

Dirjen: Masyarakat Jangan Tertipu Petugas Pajak

Jakarta - Pada September nanti Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak bakal melakukan program Sensus Pajak Nasional (SPN). Masyarakat jangan mau ditipu dan ditakut-takuti petugas pajak.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pajak Fuad Rahmany ketika ditemui di kantornya, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (19/8/2011).

"Yang namanya orang sensus dia tidak mengambil duit. Jadi kalau ada yang menipu-menipu ngapain, nggak dapat duit kok. Ya benar memang ada yang menakut-nakuti. Masyarakat jangan tertipu," ujar Fuad.

Supaya masyarakat tidak tertipu, Fuad menyatakan para aparatnya akan memperlihatkan surat tugas untuk sensus. "Ada surat tugasnya nanti, kita nggak usah terlalu khawatir juga," ujarnya.

Menurut Fuad, saat ini masih banyak orang yang membayarkan pajaknya kepada pegawai pajak. Padahal, pegawai pajak bahkan di kantor wilayah pajak sekalipun tidak berhak memungut pajak wajib pajak.

"Pajak ini banyak yang nggak tahu, seolah-olah bayar pajak di kantor pajak. Kantor pajak nggak pernah menerima uang pajak. Jadi kalau ada orang kasih uang ke Gayus goblok saja. Ngapain? Kalau ada orang bayar pajak terus nitip uang ke pegawai pajak itu salah besar, berarti dia ketipu," tegasnya.

Fuad menyatakan untuk pembayaran pajak bisa dilakukan di bank-bank terdekat maupun kantor pos. "Bayar saja lewat bank, yang namanya Kantor Pajak itu tidak ada kas untuk menerima uang pajak. Ini banyak yang masih belum tahu," tegasnya.

Terkait persiapan SPN, Fuad menyatakan pihaknya sudah melakukan pelatihan terhadap pelatih petugas sensus. Nantinya, sekitar 3.000 petugas sensus baik dari dalam maupun diambil di luar Ditjen Pajak disiapkan untuk melakukan sensus yang difokuskan pada tempat usaha.

"Kita juga merekrut pegawai non PNS, tapi ini sifatnya temporer, jadi bukan honorer. Sudah mulai direkrut di beberapa tempat, pendataannya seperti di Karang Taruna, nanti kita seleksi lagi," ujarnya.

Sensus ini akan dilakukan pada akhir September selama sekitar 3 bulan dengan target wajib pajak yang lebih dari 1,5 juta wajib pajak baru yang bisa terangkul.

"Dalam 3 bulan ini kita harapkan bisa jangkau 1,5 juta wajib pajak lebih, tapi masih di bawah 2 juta," tandasnya.

Sumber: detikFinance

No comments:

Post a Comment