Monday, August 17, 2015

2016, Jokowi Optimistis Tax Ratio Naik ke 13,5% PDB

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis penerimaan negara pada tahun depan mencapai Rp 1.848,1 triliun. Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan direncanakan sebesar Rp 1.565,8 triliun, naik 5,1 persen dari target APBNP 2015 yang sebesar Rp 1.489,3 triliun.

"Dengan penerimaan perpajakan sebesar itu, maka rasio penerimaan perpajakan terhadap Produk Domestik Bruto (tax ratio) tahun 2016 mencapai 13,25 persen," ujar Jokowi dalam pidato kenegaraannya di hadapan DPR, Jumat (14/8).

Dengan asumsi tersebut, maka presiden menjanjikan kenaikan tax ratio dari target tahun ini sebesar 12,7 persen. Sebagai informai, target penerimaan perpajakan pada tahun ini dipatok sebesar Rp 1.489,3 triliun di APBNP 2015.

Menurut Jokowi, kebijakan optimalisasi perpajakan yang akan dilakukan pemerintah diupayakan tanpa mengganggu iklim investasi dunia usaha.

Di samping itu, kebijakan perpajakan juga diarahkan untuk meningkatkan stabilitas ekonomi nasional dalam rangka mempertahankan daya beli masyarakat, serta meningkatkan daya saing dan nilai tambah industri nasional.

Sementara untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Jokowi memperkirakan penerimaan sumber daya alam, terutama migas, masih akan menjadi penyumbang terbesar kendati untuk mencapainya menghadapi banyak tantangan. Tantangan yang dimaksud antara lain pergolakan harga minyak dunia yang kemungkinan masih akan berlanjut pada tahun depan.

Sumber: cnnindonesia.com

No comments:

Post a Comment